Sunday, January 5, 2020

BERIKAN NIM MABA




Senin 6 januari 2020.Hilman Selaku mahasiswa semester 1, kelas (B) fakultas fisipol prodi pemerintahan. Merasa dirinya tidak di angap sebagai mahasiwa fakultas fisipol product pemerintahan.

Karena pas saat ujian nama Dan nomor Nim mahasiwanya tidak dikeluarkan oleh pihak fakultas.

Padahal dia sudah mengumpulkan persyaratan-persaratan data-data yang di minta oleh pihak fakultas. "Padahal Saya sudah kumpulkan semua data-data yang diminta oleh pihak fakultas prodi pemerintahan. ujar Hilman.

Lantas pertanyaannya. kepada fakultas fisipol prodi pemerintahan, apakah pihak fakultas mau bertanggung jawab atas tidak dikeluarkannya Nim Saya?  Apakah Saya masi bisa mengkuti ujian atau tidak? Padahal Saya sudah mengumpulkan semua data-data Saya. Dan padahal sudah Saya lunasin semua uang (SPP) Saya. Tetapi kenapa Saya tidak  di anggap sebagai mahasiswa fakultas FISIPOL prodi pemerintahan. Kalau pun Pihak fakultas menganggap Saya sebagai mahasiswanya. Tentu Akan mengeluarkan nama Dan Nim Saya, ketika di absen ujian tadi. Ujarnya Hilman.

Adakah tanggung jawab pihak fakultas FISIPOL prodi pemerintahan atas ini semua?


                                                                        Pc:


Tuesday, October 22, 2019

Wawan Dalam pemikiran progresif


Indonesia ini membuka peluang siapapun menjadi apapun seseui dengan mimpi-mimpinya.
Siapapun bisa menjadi apapun di Indonesia ini. Selama itu baik buat bersama, baik buat peradaban, baik buat kemanusiaan. menjadi politisi boleh, menjadi ilmuan boleh, menjadi apapun boleh.
Dan tidak bisa kemudian mimpi-mimpi itu dihakimi begitu saja.
Orang bertato buruk, orang gondrong buruk. Lalu Kita menghakimi Masa depan mereka karena tampilan-tampilan mereka.
Menurut Saya hidup tidak sesederhana itu. Masadepan Orang tidak bisa kemudian Kita hakimi di ukur dari tato, dihakimi dari tato, dihakimi dari panjang pendek rambutnya Dan sebagainya.
Itu menghambat, itu menghambat orang berkembang, menghambat inovasi, menghambat kemajuan Dan sebagainya.
Yang paling berbahaya menurut saya, peradaban yang terhambat, kemajuan peradaban yang terhambat.
Kita tidak bisa menolak bahwa tehknologi berjalan terus maju. Siapapun yang menolak perjalanan jaman, dia akan tergilas oleh jaman itu sendiri.



Tuesday, May 28, 2019

KELAS (E) DI ANAK TIRIKAN
KENAPA KTM MAHASIWA KELAS (E) SEMESTER 2 BELUM DIKELUARKAN?


Kami sebagai mahasiswa UNIVERSITAS muhamadiyah Dan lebih tepatnya fakultas hukum merasa adanya diskiriminasi.

Yang dimana menurut kami Adanya diskriminasi atau adanya pembedaan.

Kenapa kelas-kelas yang lain sudah dikeluarkan kartu tanda mahasiswa (KTM) bahkan di kelas-kelas yang lain sudah dibagikan (KTM) tersebut.

Pertanyaan kami kenapa dikelas kami belum dikeluarkan (KTM) atau dibagikan (KTM) tersebut.

Apakah kelas (E) fakultas hukum bukan bagian dari universitas muhamadiyah?
Jadi gak perlu dikeluarkan,apakah itu semua?


MENGAPA DOSEN DI UNIVERSITAS MUHAMADIYAH FAKULTAS HUKUM KELAS (E) TIDAK PROFESIONAL MEMBERIKAN NILAI KEPADA MAHASISWANYA?
Saya merasa Ada beberapa Dosen yang mengajar di fakultas hukum kelas (E) semester (2) UNIVERSITAS MUHAMADIYAH tidak professional memberikan nilai kepada MAHASISWANYA.
Yang dimana dosennya memberikan nilai kepada mahasiswanya itu bukan berdasarkan kehadiran atau keaktifannya didalamkelas & mengumpulkan tugas.
Tetapi Dosen tersbut memberikan nilai kepada mahasiswanya berdasarkan mahasiswanya hadir di saat, ujian tengah semester (UTS) & ujian ahkir semester(UAS) saja.
Ketika mahasiswanya yang hanya datang pas (UTS)&(UAS) ini bisa menjawab semua soal yang diberikan oleh Dosen tersebut. Dosen tersebut akan memberikan nilai yang tinggi kepada mahasiswanya tersebut.
Nah, jadi menurut Saya konteks Dosen ini tidak professional memberikan nilai kepada mahasiswanya. Menurut Saya ini konyol & lucu, kobisa seorang Dosen ini memberikan penilain kepada mahasiswanya itu bukan berdasarkan kehadiran atau keaktifannya didalam kelas tetapi berdasarkan mahasiswanya datang pas (UTS)&(UAS) cukup bermodalkan bisa isi semua soal yang di berikan olehnya, lalu akan diberikan nilai yang tinggi.
Menurut Saya bisa jadi masiswa yang datang pas (UTS)&(UAS) itu kingkalinkong menyontek soal-soal yang diberikan oleh Dosen tersebut.
Tetapi disitu yang tidak pernah dipikirkan oleh sebagian dosen yang ngajar di kelas (E) ini.
Pertanyaan Saya, manakah letak keprofesionalnya Dosen ini?
Manakah letak kebijakan Dosen ini?
Dan besar harapan Saya kepada dosen-dosen yang ngajar dikelas (E). tolong amalkan sifat professional itu?
Tolong amalkan kebijakan itu?
Supaya gak hanya di ucapkan didalam bibir saja tetapi tidak dijalankan.






ETIKA DISKUSI PASIF&KRITIS
Kebanyakan teman-teman itu menganggap diskusi itu menerima begitu saja (pasif)
Tetapi sebenarnya diskusi itu Kita harus biasakan kritis, kenapa harus kritis?
Karena ketika Kita melontarkan sebuar pertanyaan, Dan pertanyaan Kita langsung dijawab oleh lawan bicara Kita Dan Kita menerima begitu saja argument yang dilontarkan oleh teman lawan bicara Kita otomatis disitu banyak sekali kerugian yang Kita dapatkan. kenapa bisa banyak kerugian yang Kita dapatkan?
1. Kita tidak mendapatkan kosa kata yang baru
2. Kita cendrung selalu akan ketergantungan kepada pendapat orang lain